Info Utama

10 Agustus 2017, Humas DIY

Direktur Operasional ikut hadir dalam acara pelatihan PPGD di Aula Polres Bantul

BANTUL – Indonesia sedang darurat keselamatan di jalan raya. Ini menyusul adanya data dari Korlantas Polri yang menyebutkan bahwa setiap hari sedikitnya ada sebanyak 70 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Ironisnya, 70 persen korban meninggal dunia adalah usia produktif. Yakni, antara usia 16 hingga 30 tahun.

 

“Setiap tahun pengguna jalan raya yang meninggal dunia karena kecelakaan ada sekitar 26 ribu orang. Jika dihitung, setiap hari ada 70 orang dan setiap jam ada 3 hingga 4 orang yang meningggal karena kecelakaan,” kata Direktur Penegekan Hukum (Gakkum) Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiono Dulrahman saat membuka Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) kepada komunitas masyarakat di daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Aula Polres Bantul, Kamis (10/8).

 

Dari data tersebut, Pujiono meminta kepada masyarakat Indonesia segera sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya dan berlalu lintas. Menurutnya, keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan pemerintah saja. Namun, semua elemen masyarakat ikut memiliki tanggungjawab yang sama.

 

Bahkan, untuk menekan angka kecelakaan pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada 5 kementerian untuk duduk bersama menanggulangi masalah tersebut. Yakni, Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan,  Polri, dan Kementerian Kesehatan.

 

Harapannya, dengan adanya kerjasama antar lintas sektoral lima kementerian tersebut tidak ada lagi lempar tanggungjawab dan tumpang tindih penanganan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kerjasama 5 kementerian terbukti berhasil. Buktinya, arus mudik lebaran lalu angka kecelakaan berkurang dan masalah kemacetan pun dapat segera diatasi,” tandas Pujiono.

 

Direktur Operasional PT Jasa Raharja ( Persero ), Budi Rahardjo Slamet mengatakan PT Jasa Raharja ( Persero )  adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi menyantuni korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Selain itu, tugas lain adalah menghimpun dana kecelakaan dari masyarakat.

 

Beliau juga menginformasikan, Per Juni 2017 santunan kecelakaan darat dan laut meningkat 100 persen. Santunan biaya perawatan yang awalnya maksimal Rp 10 juta naik menjadi Rp 20 juta dan santunan korban meninggal yang semula Rp 25 juta meningkat menjadi Rp 50 juta. Biaya penguburan juga naik, dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta. Selain itu, ada biaya ambulan maksimal Rp 500 ribu dan P3K maksimal Rp 1 juta.

 

Sebagai perusahaan negara, PT Jasa Raharja ( Persero )  ikut berpartisipasi menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Itu dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pemberian bantuan peralatan kepada kepolisian berupa traffic cone dan lampu senter. Kemudian menggelar sosialisasi lalu lintas bersama kepolisian di kampus-kampus, sekolah, dan masyarakat umum. Kami juga telah bekerjasama dengan Disdukcapil untuk memudahkan kami dalam memperoleh data kependudukan korban kecelakaan lalu lintas.

 

Hadir sebagai pemateri Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) yaitu yaitu Kasubdit Sidik Laka Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Dedi Suhartono SIK MM, Kepala Divisi Administrasi Pencegahan Pelayanan PT Jasa Raharja ( Persero ) Bapak  Amaludin Salam  dan dari Kemenkes RI dr Indri Astuti Utami.

 

Pelatihan juga dihadiri Kepala PT Jasa Raharja ( Persero ) Cabang Yogyakarta Bapak  RM Wahyu Widodo beserta staf , jajaran polisi lalu lintas Polres/Polresta se-Polda DIJ, petugas RSUD Panembahan Senopati, Dinas Perhubungan, perwakilan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), BPBD Bantul, Satpol PP Bantul, dan lain sebagainya. (Humas JR DIY / Wahyu )