Info Utama

19 April 2017, Humas DIY

Kacab Yogya Hadiri Lauching Samsat Desa Pertama di Indonesia

Pukul 11:30 tepat hari selasa 18 April 2017 Kepala Cabang Jasa Raharja Yogyakarta Jahja Joel Lami ikut hadir dalam meresmikan Launching Samsat Desa di kelurahan Pakembinangun Sleman. Turut Hadir Juga Gubernur Yogyakarta, Kakorlantas, Kapolda Yogyakarta, Bupati Sleman, Dirlantas Yogyakarta, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Aset Yogyakarta .

 

Samsat desa adalah wujud komitmen bersama antara kepolisian , PT Jasa Raharja dan Dinas Pendapatan. Keberadaan Samsat Desa ini tentunya akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yakni terkait dengan SWDKLLJ ( Sumbangan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan ) dan masyarakat sekarang tidak perlu lagi membayar pajak kendaran bermotor di Kota atau di Samsat Induk ( Imbuh Jahja Joel Lami )
 

Saat ini Samsat Desa sudah ada di 5 desa di Yogyakarta. Kelima desa itu adalah di Pakem Binangun (Kabupaten Sleman), Bambang Lipuro (Bantul), Semugih (Gunungkidul), Palihan (Kulon Progo) dan Wirogunan (Kota Yogyakarta). 
 

Kakorlantas Polri, Irjen (Pol) Royke Lumowa, mengatakan Samsat Desa ini sebagai upaya untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Sedangkan alasan memilih Yogyakarta sebagai yang pertama karena dinilai lebih siap, baik secara infrastruktur maupun yang lainya. 
 

"Yogyakarta yang sanggup duluan. Kedepan seluruh Indonesia akan ada, setiap Polda setiap propinsi ada Samsat Desa," Royke Lumowa saat launching Samsat Desa di Balai Desa Pakem Binangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap keberadaan Samsat Desa ini tidak hanya untuk tempat pembayaran semata tetapi juga bisa membangun komunikasi yang lebih baik. Petugas diharapkan selalu bisa menyapa masyarakat dengan santun dan bisa membangun komunikasi yang santun dengan masyarakat.
 

"Jangan hanya sekedar untuk menggantungkan pada teknologi yang ada. Desa adalah basis paling bawah maka bagaimana berkomunikasi. Kalau di kota masuk bayar STNK, selesai keluar, tanpa ada say helo bagi masyarakat. Tapi di desa itu lain. Tidak hanya membayar selesai, tapi membangun kominikasi itu diperlukan," kata Sultan. ( Humas JR DIY / Wahyu )