Info Utama

28 Agustus 2017, Humas DIY

SISWA SISWI SEKOLAH MADRASAH 2 SEWON BANTUL ANTUSIAS IKUTI SOSIALISASI YANG DIADAKAN JASA RAHARJA YOGYA DENGAN DITLANTAS POLDA YOGYAKARTA

Ratusan siswa-siswi MAN 2 Bantul antusias mengikuti kegiatan road show go to school sosialisasi UU Lalu Lintas dan tata cara pengurusan santunan PT Jasa Raharja ( Persero ), Jumat pagi (25/8). Suasana tersebut terlihat ketika para nara sumber dari Ditlantas Polda Yogyakarta dan PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta  menyampaikan materi diikuti sesi tanya jawab.

 

Sejumlah peserta yang rata-rata masih duduk dibangku Kelas X bergantian mengajukan pertanyaan bernada kritis seperti Ratu Cholilah. Pelajar jurusan IPA ini menanyakan tentang adanya korban kecelakaan lalu lintas yang tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

“Saya pernah dengar ada korban kecelakaan lalu lintas kok tidak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja ( Persero ) ya, itu kenapa? Apa memang tidak tercover?,” kata Ratu.

 

Atas pertanyaan tersebut, Humas PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta , Wahyu Agung dan petugas Jasa Raharja Samsat Sewon Bantul, Agus Suryanto menerangkan bahwa tidak semua korban kecelakaan lalu lintas dijamin oleh Jasa Raharja. Para korban kecelakaan yang tidak masuk dalam lingkup jaminan PT Jasa Raharja ( Persero ) adalah korban kecelakaan tunggal menggunakan kendaraan pribadi, dikarenakan akibat bunuh diri, akibat mabuk, akibat dari bencana alam, akibat dari perlombaan balap liar.

 

“Ya, mungkin korban yang Mbak Ratu maksud itu korban kecelakaan tunggal atau bisa jadi korban atau keluarganya tidak melapor ke polisi. Sebab, tanpa ada laporan polisi PT Jasa Raharja  ( Persero ) tidak dapat mencairkan santunan. Laporan polisi itu syarat utama pengurusan santunan PT Jasa Raharja ( Persero ) ,” papar Wahyu.

 

Mendengar jawaban tersebut, Ratu pun merasa lega. Sebab, banyak anggapan dari masyarakat bahwa semua korban kecelakaan lalu lintas dijamin PT Jasa Raharja ( Persero ) . Padahal, anggapan itu tidak benar. Sebab, kriteria korban kecelakaan lalu lintas yang berhak mendapatkan santunan dan persyaratan telah ditentukan sesuai peraturan yang berlaku.

“Terima kasih atas penjelasannya. Kami jadi tahu siapa saja yang berhak dan bagaimana cara mengurusnya,” saut Ratu.

 

Petugas PT Jasa Raharja ( Persero)  Samsat Sewon Bantul, Agus Suryanto mengatakan, syarat utama mengurus santunan Jasa Raharja adalah laporan polisi (LP). Kemudian, disusul syarat lainnya seperti kartu keluarga, KTP, akta kelahiran, surat keterangan medis, kwitansi, dan lain sebagainya. “Uang santunan dicairkan melalui rekening BRI,” Semisal korban belum punya buku tabungan ataupun ahli waris korban belum punya buku tabungan kami dari Jasa Raharja akan membantu membukakan buku tabungan tersebut, selain itu dalam pengurusan santunan Jasa Raharja tidak dipungut biaya apapun / gratis ,kata Agus. ( Humas JR DIY / Wahyu Agung)