Info Utama

15 Mei 2017, Humas Kantor Pusat

Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Penumpang Umum dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan

Bertempat di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan, 12 Mei 2017, dilaksanakan sosialisasi kenaikan besar santunan korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan tahun 2017.

 

Sosialisasi di moderatori oleh Tina Talisa dengan narasumber adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Direktur Utama, Budi Setyarso.  Hadir pada acara tersebut yakni dari pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian BUMN dan beberapa pihak terkait lainnya.

 

Sosialisasi tentang besar santunan yang diberikan Jasa Raharja mengalami perubahan kenaikan 100% walaupun tanpa menaikkan Sumbangan Wajib dan Iuran Wajib yang merupakan sumber dana Jasa Raharja. Hal ini disebabkan kondisi keuangan dan bisnis plan Jasa Raharja yang sangat baik selain itu intensitas kecelakaan secara signifikan menurun dengan begitu santunan ikut menurun sehingga bila santunan ditingkatkan maka tidak harus meningkatkan pendapat Sumbangan Wajib dan Iuran Wajib.

 

Sesuai dengan PMK No 15 tahun 2017,  maka perubahan dimaksud adalah Kenaikan Santunan pada  :

  • Ahli waris korban meninggal dunia mendapat santunan Rp   50.000.000,- (semula Rp. 25.000.000)
  • Santunan bagi korban cacat masih tetap sesuai persentase tertentu dari santunan korban meninggal dunia (yang telah dinaikkan menjadi Rp. 50.000.000,-)
  • Penggantian biaya penguburan meningkat menjadi Rp. 4.000.000,- (semula Rp. 2.000.000,-) bagi korban yang tidak memiliki ahli waris

Manfaat baru yang diberikan kepada korban kecelakaan sebagai berikut :

  • Penggantian biaya P3K sebesar Rp. 1.000.000,-
  • Penggantian biaya Ambulans Rp. 500.000,-  

Sesuai dengan PMK No 16 tahun 2017,  maka perubahan mekanisme pengenaan denda keterlambatan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dari semula dikenakan flat rate sebesar 100% dari kewajiban pembayaran SWDKLLJ dengan nilai maksimal Rp. 100.000,- menjadi progressive rate dengan nilai maksimal Rp. 100.000,- dengan rincian sebagai beriktu :

  • Terlambat 1 –  90 hari dikenakan denda sebesar  25%
  • Terlambat 91 - 180 hari dikenakan denda sebesar 50%
  • Terlambat 181 – 270 hari dikenakan denda sebesar 75%
  • Terlambat lebih dari 270 hari dikenakan denda sebesar 100%

 

Pelaksanaan kenaikan santunan Jasa Raharja baru akan di laksanakan pada hari Kamis, 1 Juni 2017 diseluruh indonesia.          

 

Diharapkan seluruh masyarakat pengguna kendaraan umum didarat, laut, udara dan pengguna jalan akan merasakan manfaat dari pemberlakuan PMK Nomor 15 dan PMK Nomor 16 Tahun 2017 yakni  Kenaikan  Santunan  Jasa Raharja.