LSP Jasa Raharja

1. Sejarah

Sebagai perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan amanah Undang – Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 serta tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2012 tentang Pelayanan Publik, PT Jasa Raharja (Persero) senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya bagi korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang alat angkutan umum.

Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan serta tercapainya Excellent “PRIME”  Performance sebagaimana tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2014 – 2019    PT Jasa Raharja (Persero), diperlukan tersedianya sumber daya manusia yang berkompeten.

Untuk menjamin bahwa sumber daya manusia yang dimiliki oleh PT Jasa Raharja memiliki kompetensi yang dipersyaratkan dalam mewujudkan excellent “PRIME”performance tersebut, diperlukan suatu penerapan sistem sertifikasi kompetensi personil yang kredibel dan diakui oleh otoritas sertifikasi nasional.

Berdasarkan kepentingan tersebut perlu dibentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Jasa Raharja     (LSP JR) sebagai wujud komitmen manajemen PT Jasa Raharja (Persero) dengan  menjadikan    LSP JR sebagai salah satu pilar dalam menerapkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis kompetensi di perusahaan PT Jasa Raharja (Persero) dalam rangka mendorong tercapainya SDM yang kompeten, profesional dan kompetitif.

Sebagai langkah awal dalam merintis pembentukan dan lisensi LSP JR, Direksi PT jasa Raharja menetapkan Panitia Kerja Pembentukan LSP JR melaui Surat Keputusan Nomor KEP/115/2014 tanggal 11 AprilL 2014 tentang Panitia Persiapan Pembentukan Lembaga sertifikasi Jasa Raharja.

Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, Panitia Kerja LSPJR menyiapkan infrastruktur sistem sertifikasi yang dipersyaratkan termasuk penyiapan Panduan Mutu danStandard Operating Procedure (SOP)/Instruksi Kerja, Penyiapan kelembagaan LSP JR, penyusunan  Standar Kompetensi Kerja (SKK) Bidang Pelayanan, penyiapan Asesor Kompetensi, penyiapan Materi Uji Kompetensi (MUK), penyiapan Tempat Uji Kompetensi (TUK), penyiapan personil kepengurusan sesuai struktur organisasi LSP JR, penyiapan kantor LSP JR beserta  fasilitasnya serta perangkat pendukung lainnya.

Untuk merealisasikan pembentukan LSP JR, Panja LSP JR merencanakan suatu program kerja yang mentargetkan pencapaian Lisensi dari BNSP pada akhir tahun2014.

 


2. Kebijakan Mutu

LSP JR menjamin kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jasa Raharja (Persero) melaluipenerapan Sistem Manajemen Mutu sesuaiPedoman-Pedoman BNSP, untuk memastikan serta memelihara kompetensi SDM yang dipersyaratkan perusahaan dalam rangka meningkatkan pelayanan prima dan kepuasan pelanggan.

 


3. Visi

Menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi yang kredibel serta mendapat pengakuan secara nasional dalam melaksanakan proses sertifikasi kompetensi sumberdaya manusia dilingkungan PT Jasa Raharja (Persero) dengan memberikan kualitas terbaik dalam pelayanan dan pengelolaan sertifikasi kompetensi.

 


4. Misi

  • Memberikan pelayanan sertifikasi kompetensi yang mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan serta menjamin bahwa proses sertifikasi dilaksanakan dengan jujur, cepat, tepat, akurat serta efektif
  • Mendorong tersedianya tenaga kerja yang kompeten, profesional dan kompetitif di lingkungan PT Jasa Raharja
  • Mengembangkan Standar Kompetensi Kerja secara konsisten dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan perusahaan
  • Mengembangkan dan memelihara skema-skema sertifikasi di perusahaan sesuai dengan profil/klaster kompetensi jabatan yang dipersyaratkan
  • Menyediakan tenaga Asesor kompetensi yang berkualifikasi dan bersertifikat sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi LSP Jasa Raharja
  • Mengembangkan Materi Uji Kompetensi (MUK) sesuai dengan tuntutan standar kompetensi dan standar kinerja di tempat kerja
  • Menyediakan Tempat-tempat Uji Kompetensi (TUK) yang terverifikasi pada setiap area kerja di perusahaan sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi LSP Jasa Raharja

 


5. Strategi

  • Mekan perencanaan dan pengembangan program sertifikasi kompetensi Sumber Daya Manusia yang sinergi dengan tuntutan kebutuhan perusahaan dalam mengembangkan SDM berbasis kompetensi
  • Melaksanakan upaya-upaya pengembangan organisasi yang mencakup penguatan kelembagaan LSP JR, pengembangan standar kompetensi kerja, pengembangan dan pemeliharaan asesor kompetensi, pengembangan skema-skema sertifikasi serta pelatihanpersonil LSP
  • Membangun networking dan kerjasama yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan baik di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.

 


6. Legalitas Lembaga

Lembaga Sertifikasi Profesi JASA RAHARJA yang selanjutnya disingkat LSP JR, adalah lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang mendapatkan lisensi dari BNSP setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. LSP JR merupakan LSP Pihak Kesatu yang legalitasnya ditetapkan oleh direksi PT Jasa Raharja  melalui SK Direksi Nomor KEP/273.1/2014 tentang Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu Jasa Raharja (LSP Jasa Raharja) sehingga dapat secara legal mempertanggungjawabkan kegiatan sertifikasi yang dilakukan secara internal di lingkungan perusahaan.  

 


7. Persyaratan Peserta Sertifikasi

  • Cabang mendaftarkan calon peserta sertifikasi
  • Calon peserta bertugas sebagai PJ KPJR Tk II / PJ Pelayanan / PA Pelayanan / Mobile Service dan PJ / PA Samsat (dengan melampirkan bukti SK)
  • Pendidikan min setingkat SMA
  • Sudah menjadi pegawai tetap min 1 tahun