Implementasi

1. Sosialisasi dan Penerapan GCG

Program sosialisasi pedoman GCG dilakukan kepada pihak internal dan eksternal.  Bagi pihak internal, sosialisasi diarahkan untuk menumbuhkan adanya pemahaman mengenai GCG serta kesadaran dan kebutuhan untuk menerapkan GCG secara konsisten.  Implementasi GCG dikaitkan dengan sistem reward and punishment yang dikembangkan oleh perusahaan. Bagi pihak eksternal, sosialisasi diarahkan untuk memberikan pemahaman tentang cara kerja perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, sehingga terjadi proses bisnis yang sehat serta terbebaskan aktivitas perusahaan dari kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan perusahaan.

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa perusahaan telah memiliki Buku Pedoman Penerapan GCG sebagaimana diatur dalam Keputusan Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor: DK/I/SP/2014 dan Nomor: P/31.1/SP/2014 tentang Panduan (Guidelines) Untuk Mendukung Implementasi Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance). Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan berbagai kegiatan sosialisasi atas penerapan GCG melalui :

  1. Kegiatan Training of Trainers (ToT) GCG sebagai langkah awal sosialisasi pedoman GCG yang diikuti oleh semua Kepala Cabang dan Kepala Perwakilan seluruh Indonesia.
  2. Pembuatan Petunjuk Teknis Sosialisasi GCG PT Jasa Raharja (Persero) sesuai keputusan Direksi No. KEP/7/2015 Tanggal 23 Januari 2015.
  3. Pada tahun 2015,  telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi GCG bagi pegawai di 28 Kantor Cabang dan 61 Kantor Perwakilan serta Penandatangan Pernyataan Komitmen Pedoman perilaku (Code of Conduct) oleh seluruh pegawai Perusahaan
  4. Melakukan uji tingkat pemahaman pegawai atas pedoman dan penerapan GCG di lingkungan perusahaan
  5. Pembentukan Unit Pengendali Gratifikasi (UPG), sebagaimana diatur dalam  Keputusan Direksi No. KEP/240/2015 Tanggal 31 Desember 2015

‚Äč

2. Evaluasi Penerapan GCG

Perusahaan secara berkesinambungan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap implementasi GCG. Penilaian atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik dilakukan secara berkala setiap 2 (dua) tahun sekali dengan mengundang assesor independen dengan tujuan untuk mengukur kedalaman implementasi praktik GCG dilingkungan perusahaan sekaligus mendapatkan umpan balik bagi perbaikan di masa yang akan datang. Hasil penilaian yang dilakukan oleh assesor independen berupa skor dan rekomendasi perbaikan akan ditindaklanjuti oleh perusahaan. Kegiatan tindak lanjut atas hasil penilaian ini dilakukan dalam bentuk kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan GCG.

PT Jasa Raharja (Persero) telah melakukan assessment GCG sejak tahun 2008, berikut ini adalah pencapaian skor GCG dalam kurun lima (5) tahun terakhir: 

Tahun Skor Klasifikasi Kualitas
2010 94,23 Sangat Baik
2011 94,62 Sangat Baik
2012 92,38 Sangat Baik
2013 93,48 Sangat Baik
2014 94,05 Sangat Baik
3. Pelaporan Penerapan GCG

Sebagai wujud akuntabilitas dan pertanggungjawaban atas penerapan GCG perusahaan harus menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan GCG kepada Pemegang Saham dan stakeholders lainnya pada setiap akhir tahun yang dimuat dalam laporan manajemen dan laporan tahunan.

Laporan sekurang-kurangnya mengungkap praktik Tata kelola Perusahaan yang baik minimal mencakup informasi mengenai:

  1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris:
  2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
  3. Komite-Komite penunjang Dewan Komisaris, seperti komite Audit
  4. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan
  5. Urain Tugas dan Tanggung Jawab Satuan Pengawasan Intern
  6. Uraian implementasi manajemen risiko
  7. Uraian tentang aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan
  8. Akses informasi dan data perusahaan yaitu uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik (website, media massa, mailing list, buletin dan sebagainya).
  9. Etika Perusahaan
  10. Infrastruktur good corporate governance
  11. Hasil pengukuran penerapan GCG