Peristiwa

05 September 2019, Humas SumUt

FGD Mewujudkan Ketertiban Berlalu Lintas Demi Terciptanya Kamseltibcar Lantas, Lalu Di manakah Posisi Jasa Raharja?

Medan (5/9), bertempat di kantor PT. Jasa Raharja Cabang Sumatera Utara diselenggarakan Focus Group Discussion  (FGD) dalam rangka mewujudkan masyarakat tertib berlalu lintas untuk terciptanya Kamseltibcar Lantas di Kota Medan. Turut hadir juga diantaranya Kadishub Kota Medan Iswar Lubis MT, Kadis PU Kota Medan Bapak Isya Ansari, Ketua DPD Organda Sumut diwakili oleh Parlin MH, dan Kasatlantas Polrestabes Medan Juliani Prihartini.


Acara dibuka oleh Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol. Kemas Ahmad Yamin Sik. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa "Terciptanya kamseltibcarlantas menjadi tanggung jawab bersama baik aparat, pengguna jalan maupun masyarakat”. Lanjut Dirlantas mengatakan banyak sekali kecelakaan lalu lintas terjadi karena tidak memperhatikan dan mengabaikan keselamatan berkendara, terlebih mereka yg berada pada usia produktif, karena faktanya di usia produktif lah rata-rata yang menjadi  korban laka lantas.


Pada kesempatan tersebut Bapak Ifriyantono Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Utara selaku tuan rumah dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa dalam perspektif keselamatan lalu lintas, Jasa Raharja memiliki peran penting dalam memberikan Dana Santunan kepada masyarakat yg menjadi korban kecelakaan lalu lintas sebagai dampak penggunaan alat transportasi. Selain itu, Jasa Raharja memiliki tugas utama lainnya yakni menghimpun dan mengelola dana dari masyarakat pemilik kendaraan bermotor berupa Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan melalui mekanisme Kantor Bersama (KB) Samsat yang dihimpun setiap tahun bersamaan dengan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang terhimpun itulah selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan dalam bentuk Dana Santunan.


Lebih jauh Bapak Ifriyantono menyampaikan  bahwa kondisi saat ini tingkat kepatuhan pemilik kendaraan bermotor dalam melakukan daftar ulang, pembayar PKB dan membayar SWDKLLJ setiap tahunnya di KB Samsat cukup memprihatinkan, unit bidang TIK wilayah Sumut dari lebih kurang 8 juta kendaraan bermotor  yang terdaftar dalam Regident, hanya 35% yang melakukan daftar ulang kendaraan di KB Samsat setiap tahunnya, sehingga  sangat berpengaruh terhadap penerimaan PKB maupun Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).


Untuk itu diimbau seluruh peserta FGD yang hadir untuk bersama-sama berupaya, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya warga kota Medan untuk melakukan daftar ulang kendaraan di KB Samsat guna mendukung Pembangunan Prov. Sumut termasuk menciptakan  Kamseltibcar di Kota Medan khususnya dan Provinsi Sumut pada umumnya. (Humas Sumut/Bar/2019).