Info Utama

06 Januari 2021, Humas DIY

Bantuan Paket Sembako Dari Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta Untuk Sesama

Rabu (6/1/21) Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta kembali menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada ratusan awak kru angkutan penumpang dan juga warga sekitar yang terdampak situasi pandemi Covid – 19. Aktivitas ekonomi yang belum sepenuhnya kembali normal memengaruhi pendapatan masyarakat khususnya awak kru angkutan penumpang dan warga sekitar yang penghasilan utamanya tidak menentu. Penyerahan paket sembako tersebut lahir atas dasar kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

 

Kegiatan ini turut didukung mitra strategis dari Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta yaitu Polda D.I.Yogyakarta dan BPKA D.I.Yogyakarta yang sama – sama memiliki concern terhadap kepedulian seperti Jasa Raharja. Penyerahan paket sembako dari pegawai dan manajemen Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta secara simbolis diserahkan oleh Kepala Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta Akhdiyat Setya Purnama, serta Wadirlantas Polda D.I.Yogyakarta AKBP Mohammad Iqbal dan Kepala Bidang Anggaran & Pendapatan BPKA D.I.Yogyakarta Gamal Suwantoro. Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta memulai tahun 2021 ini dengan berbagi untuk sesama agar masyarakat sekitar, PO, dan angkutan umum lainnya beserta elemen terkait dapat memiliki harapan yang baik untuk tahun 2021.

 

Kepala Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT Jasa Raharja ke 60. Penerima bantuan di antaranya, kru angkutan PO Koperasi Abadi Jogja, kru angkutan Taxi Centris dan sejumlah perusahaan angkutan lainnya di Jogja. Riawan Prambudi (PO Koperasi Abadi Jogja) mengatakan bantuan sangat membantu kru PO Koperasi Abadi yang berjumlah 94 unit. Menurutnya selama pandemi Covid-19 nyaris tak ada unit yang beroperasi. Dia berharap program penghapusan denda admistrasi juga sangat membantu. "Ya saat ini baru 20 unit saja yang mulai beroperasi. Baik untuk jurusan Jogja Wates, Jogja Pandansimo, Jogja Samas, Jogja Imogiri, Jogja Parangtritis," katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut Akhdiyat juga menyampaikan penghapusan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor dan sanksi administratif bea balik nama kendaraan bermotor yang berlaku selama enam bulan, mulai Januari hingga Juni 2021. Tujuannya adalah agar kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak meningkat dan tertib. Walaupun ia sendiri mengatakan jika kepatuhan masyarakat DIY membayar pajak sangat tinggi, hanya 8% saja yang tidak patuh.

 

Gamal Suwantoro juga menerangkan bebas sanksi administrasi telah tertuang dalam Pergub DIY No.101/2020. "Ini lebih pada kepedulian kami di tengah pandemi ini. Kesempatan ini diharapkan dimanfaatkan oleh wajib pajak. Masa penghapusan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor dan sanksi administratif bea balik nama kendaraan bermotor berlaku sampai 30 Juni 2021," kata Gamal. Menyambung yang disampaikan Akhdiyat dan Gamal, AKBP Mohammad Iqbal mendukung langkah tersebut. "Tentu kami mendukung kebijakan penghapusan denda karena membantu wajib pajak. Kami mendukung dan mengapresiasi langkah tersebut," tambahnya.