Info Utama

10 November 2020, Humas DIY

Dukung Operasi Zebra 2020, Jasa Raharja Pasang Spanduk dan Pasang Stiker

Kepolisian Republik Indonesia setiap menjelang akhir tahun selalu melaksanakan kegiatan lapangan untuk menertibkan para pengguna jalan. Kegiatan ini memiliki kekuatan hukum yang lebih tinggi untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan di jalan raya. Berdasarkan arahan dari Kapolri, bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini lebih mengarah pada giat preventif, namun bukan berarti tidak ada penindakan langsung, tergantung dari tingkat pelanggaran. Secara nasional Polri tengah menggelar Operasi Zebra dari 26 Oktober hingga 8 November 2020. Polda DIY mengimplementasikan program ini dengan sandi Operasi Zebra Progo 2020, tak hanya menyasar pelanggaran aturan lalu lintas semata, namun juga kedisiplinan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan covid-19.

Kantor Pelayanan Jasa Raharja Tingkat I Bantul, pada Jumat, 6 November 2020 turut mendukung kegiatan Operasi Zebra Polres Bantul dengan melakukan upaya-upaya preventif dan juga persuasif guna mencegah pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas melalui pemasangan spanduk dan stiker Keselamatan Berlalu Lintas serta membagikan Masker kepada masyarakat Bantul. Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata dari Jasa Raharja untuk bersinergi bersama Kepolisian Republik indonesia dalam mengedukasi masyarakat untuk patuh dan taat aturan berlalu lintas untuk menciptakan ketertiban di Jalan Raya.

“Sasaran Operasi Zebra tidak saja hanya pada pelanggaran lalu lintas yang bisa berpotensi terjadinya kecelakaan, tetapi juga untuk para pengendara kendaraan bermotor yang melanggar dan tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sangat bagus, kita dukung, Masker, Spanduk dan Stiker cukup efektif.” Kata Andy, Petugas Jasa Raharja KPJR Tingkat I Bantul.

Pada Operasi Zebra kali ini lebih menekankan pada operasi kemanusiaan dan edukasi kepada masyarakat. Adapun delapan prioritas yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengendara kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt, mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus, mengendarai kendaraan bermotor yang melebihi batas kecepatan, pengemudi yang menggunakan HP pada saat mengemudikan kendaraan, pengendara kendaraan bermotor yang masih dibawah umur, dan yang terakhir adalah mengenai keabsahan administrasi kendaraan bermotor.