Info Utama

10 Oktober 2019, Humas Riau

JASA RAHARJA MEMBERIKAN JAMINAN TERHADAP BIAYA PERAWATAN SERTA SANTUNAN TERHADAP KORBAN KECELAKAAN BUS PM.TOH

Pada Hari Rabu, tanggal 09 oktober 2019 pukul 11.45 wib telah terjadi kecelakaan lalu lintas Bus PO. PM.TOH Nopol BL-7326-AL yang mengalami out of control  di Jalan Lintas Pekanbaru - Kiliran Jao Via Teluk Kuantan di Bukit Betabuh Desa Kasang Kec. Kuantan Tengah Kab. Kuantan Singingi.

 

Akibat kecelakaan tersebut, 6 orang penumpang bus meninggal dunia masing-masing bernama ; Arga (7) dan orangtuanya Citra (50) warga Desa Kebun Lado Kec Singingi Kab Kuansing. Ridwan warga Tangerang,Banten, Siti Wyamina , warga Lampung,  dan  dan 9 orang mengalami luka luka termasuk sopir bus naas tersebut. Petugas Jasa Raharja Lubuk Jambi Dery Sulaiman dan Jasa Raharja Taluk Kuantan M Budi Pujo langsung berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kuantan Singingi dalam mendata dan membantu mengevakuasi serta memastikan keterjaminan biaya perawatan seluruh korban di rumah sakit.

 

Kepala Cabang PT. Jasa  Raharja (persero) Riau Bapak Herry Kesuma didampingi Kabag Operasional Bapak Abdillah, menyampaikan turut berduka cita dan prihatian atas peristiwa ini sekaligus menyampaikan bahwa semua korban mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja. Untuk korban meninggal dunia, Jasa Raharja akan menyerahkan santunan sebesar Rp 50 juta untuk masing-masing ahli waris korban, sementara korban luka luka mendapatkan jaminan biaya perawatan di rumah sakit maksimal Rp. 20 juta. Penyelesaian santuanan dari Jasa raharja dapat diserahkan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

 

Jasa Raharja Riau bersinergi dengan intansi Kepolisian, rumah sakit serta Dukcapil dalam pendataan korban. PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Riau sampai dengan September 2019 telah menyerahkan santunan kepada korban akibat kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan sebesar Rp 43,5 Milyar, atau menurun sekitar 4,17 % dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

Herry Kesuma menyampaikan harapannnya agar semua operator angkutan umum untuk secara konsisten melaporkan armadanya serta melunasi kewajibannnya sesuai UU No.33/1964 kepada Jasa Raharja demi kepastian jaminan terhadap penumpang apabila mengalami kecelakaan. Demikian halnya kepada masyarakat pemilik kendaraan, diharapkan selalu melakukan pendaftaran ulang kendaraannya di kantor kantor samsat terdekat, karena dengan pembayaran SWDKLLJ otomatis masyarakat sudah turut membantu dan meringankan beban korban yang mengalami kecelakaan.

 

PT.Jasa Raharja (Persero) sebagai BUMN Pelaksana UU No.33 dan 34 senantiasa berupaya dan meningkatkan pelayanannnya kepada masyarakat, sesuai semangat PRIME Pelayanan Jasa Raharja yaitu Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati