Info Utama

09 Februari 2018, Humas Maluku

Kepala JR Maluku Menjadi Narasumber Talkshow Mengembangkan Sektor Jasa Keuangan Secara Sehat dan Bebas Pungutan Liar

Ambon - Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Maluku, Marganti Sitinjak, selaku Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Asuransi dan Penjaminan Provinsi Maluku menjadi narasumber dalam acara Talkshow, Kamis, 8 Februari 2018 di Swissbel Hotel Ambon. Kegiatan Talkshow dengan tema mengembangkan sektor Jasa Keuangan secara Sehat dan Bebas Pungutan Liar di Provinsi Maluku dihadiri oleh semua pimpinan sektor Jasa Keuangan yang tergabung dalam FKLJK baik perbankan dan non perbankan.

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku ini menghadirkan beberapa Narasumber, yaitu Irwasda Polda Maluku, Kombes Pol. Purwolelono, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Maluku, Marganti Sitinjak, dan Kepala Bank BRI Cabang Ambon, Tri Budi Anugerah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Bambang Hermanto, sekaligus memaparkan pencapaian industri keuangan di Indonesia pada umumnya dan Provinsi Maluku pada khususnya.

 

Kepala Cabang JR Maluku dalam paparan menyampaikan Prinsip-prinsip Asuransi, jenis-jenis Asuransi dan pengertian Asuransi secara umum yang tertera di dalam peraturan perundang-undangan. Beliau menjelaskan bahwa di dalam Asuransi harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak, ada kepentingan yang di Asuransikan dan harus ada kejujuran antara penanggung dengan tertanggung.

 

Irwasda Polda Maluku selaku Ketua Satgas Pungutan Liar di Provinsi Maluku menjelaskan bahwa setiap Pelayanan Publik harus dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada masyarakat, harus ada transparasi aturan tentang biaya resmi yang akan dikeluarkan oleh masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa Asuransi yang ada di sekolah bukanlah merupakan Pungutan Liar selama biaya yang disampaikan kepada orangtua murid sesuai dengan aturan yang ada di perusahaan tersebut tidak dilebihkan oleh pihak-pihak lain yang mengatasnamakan Asuransi. Sebagai Contoh biaya Asuransi adalah sebesar Seratus Ribu Rupiah tetapi pihak sekolah menaikkan sendiri menjadi Seratus satu ribu rupiah, hal inilah yang dapat dikategorikan sebagai pungli.

 

Harapan adanya talkshow ini semoga dapat memberikan kejelasan semua tentang mana saja yang tergolong pungutan liar di dalam Industri Jasa Keuangan dan bagaimana serta kemana kita melaporkan manakala adanya pungutan liar. (HumasJR Maluku/rry/18/VAL-Ed)