
Angka Fatalitas Kecelakaan Turun Selama Periode Mudik Idulfitri 2025, Direktur Utama PT Jasa Raharja Apresiasi Kolaborasi AntarInstansi
06/04/2025

Semarang, 6 April 2025 – Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban selama periode arus mudik Idulfitri 2025 mengalami penurunan signifikan. Hal tersebut diungkapkan Rivan saat mendampingi kegiatan peninjauan arus balik Lebaran di KM 420 Gerbang Tol (GT) Banyumanik, jalur tol Semarang-Solo, pada Sabtu malam, 5 April 2025. Peninjauan dilakukan bersama dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dan perwakilan dari PT Jasa Marga, sebagai bagian dari koordinasi lintas instansi yang menjadi stakeholder dalam Operasi Ketupat 2025. “Terima kasih kepada Pak Menteri Perhubungan, Kakorlantas, dan seluruh instansi yang telah membuat sistem berkeselamatan sehingga arus mudik dapat berjalan dengan baik, dan juga kepada masyarakat yang aktif menjaga. Seperti tadi Pak Menteri sudah menyampaikan bahwa angka kecelakaan turun. Sementara itu dari data santunan Jasa Raharja, fatalitas turun 35 persen. Hal yang menarik dari jumlah korban meninggal dunia ini, 92 persennya bukan merupakan pemudik, jadi hanya 7,5 persen yang merupakan pemudik,” jelas Rivan dalam keterangannya.
Rivan berharap kondisi positif ini bisa terus terjaga hingga arus balik Idulfitri 2025 berakhir. “Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga. Dan dalam arus balik yang masih tersisa, semua tetap mengikuti apa yang disampaikan oleh Pak Menhub dan Kakorlantas, sehingga semua masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan baik dan tertib berlalu lintas agar selamat sampai tujuan,” tambahnya. Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa hingga H+5 Lebaran 2025, tercatat sekitar 1,1 juta kendaraan telah bergerak melakukan arus balik. Jumlah ini setara dengan 50 persen dari total proyeksi volume arus balik sebesar 2,2 juta kendaraan. Ia menilai arus lalu lintas berjalan cukup lancar berkat koordinasi dan pengaturan sistematis oleh para stakeholder. “Malam ini saya bersama Bapak Kakorlantas dan Bapak Direktur Utama Jasa Raharja melihat kondisi di lapangan. Arus balik sejauh ini berjalan dengan cukup lancar. Kurang lebih sebesar 50 persen dari pemudik sudah melakukan arus balik, hampir 1,1 juta kendaraan. Masih ada sisa sekitar 1,1 juta yang akan melakukan perjalanan balik,” jelasnya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho ikut menyampaikan penjelasan bahwa pengelolaan arus balik berjalan kondusif dan terkendali, walau bangkitan arus sudah mulai terlihat pada Sabtu sore. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan langkahlangkah strategis dari Korlantas Polri dan jajarannya sehingga dapat menerapkan cara bertindak yang mencairkan arus balik Idulfitri 2025. Termasuk di antaranya adalah one way nasional yang pelaksanaannya dimulai pada hari ini (6/4/2025) dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 70 Cikampek. PT Jasa Raharja sebagai BUMN yang turut berperan dalam Operasi Ketupat 2025, terus berkomitmen mendukung keselamatan lalu lintas dan memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan jalan. Kolaborasi antara Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan stakeholder terkait menjadi faktor penting dalam menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode mudik dan balik Idulfitri tahun ini.

Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Aplikasi Layanan untuk Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan Kerja di Jalan Raya
25/05/2026
KARAWANG – PT Jasa Raharja bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Integrasi Aplikasi Penjaminan Kecelakaan Kerja dan Kecelakaan Lalu Lintas. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas dalam hubungan kerja.
Peluncuran integrasi layanan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, disaksikan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien, S.S., M.PH., AAK., di RS Primaya Karawang, Senin (25/5).
Integrasi aplikasi ini menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan publik yang dilakukan Jasa Raharja untuk menghadirkan proses penjaminan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat. Melalui aplikasi yang saling terhubung, proses Coordination of Benefit (CoB) atau koordinasi penjaminan antara Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mempercepat pelayanan kepada korban dan mempermudah proses administrasi di fasilitas kesehatan.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata integrasi perlindungan negara bagi masyarakat melalui sinergi dua lembaga yang sama-sama mendapat amanat untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat.
“Kolaborasi antara PT Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bentuk integrasi perlindungan negara yang bertujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, presisi, dan akurat bagi masyarakat, khususnya pekerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas dalam hubungan kerja. Integrasi aplikasi ini juga memperkuat ekosistem Aplikasi Jaminan Sosial Nasional melalui layanan yang semakin seamless dan terkoordinasi,” ujar Awaluddin.
Ia menambahkan bahwa integrasi tersebut akan mendorong efisiensi pelayanan antarinstansi sekaligus mengoptimalkan mekanisme Coordination of Benefit sehingga proses penjaminan dapat berjalan lebih efektif tanpa tumpang tindih layanan. “Harapannya, inovasi ini tidak berhenti pada integrasi hari ini saja. Ke depan, kami bersama BPJS Ketenagakerjaan akan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan untuk memastikan perlindungan dasar bagi masyarakat dan pekerja Indonesia semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan manfaat yang nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menegaskan bahwa perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mencakup risiko saat pekerja menjalankan aktivitas di tempat kerja, tetapi juga melindungi pekerja dalam perjalanan berangkat kerja maupun perjalanan pulang ke rumah.
“Integrasi ini menjadi langkah penting karena tentunya kami ingin memastikan bagaimana para pekerja kami terlindungi secara seamless lewat kemudahan pertukaran informasi dan data antara BPJS Ketenagakerjaan dan jasa raharja.
Dengan demikian Coordination of Benefit dapat kita koordinasikan jauh lebih baik. Ini bukti negara hadir memberikan perlindungan terbaik bagi para pekerja indonesia,” ujar Saiful. BPJS Ketenagakerjaan mencatat kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, dari sekitar 318 ribu kasus kecelakaan kerja yang tercatat, sekitar 28 persen atau lebih dari 87 ribu kasus terjadi di lalu lintas. Sebagian besar kasus tersebut terjadi dalam perjalanan berangkat kerja, perjalanan pulang kerja, maupun aktivitas pekerjaan yang menggunakan sarana transportasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Dewan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (DJSN), Muttaqien yang juga hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi sinergi antara kedua institusi dalam menghadirkan layanan lebih baik dan efisien. Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja dengan terbangunnya integrasi sistem antara kedua lembaga ini. Aplikasi ini tentu kami harapkan berjalan lebih baik dan memastikan semua layanan tercipta dengan lebih baik dan lebih efisien kedepannya,"ujar Muttaqien.
Kondisi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pekerja menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan perlindungan yang lebih komprehensif, baik melalui pelayanan pascakecelakaan maupun upaya promotif dan preventif untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Melalui integrasi aplikasi ini, kedua lembaga juga memperkuat integrasi data dan koordinasi pelayanan agar proses administrasi penjaminan menjadi lebih efisien, akurat, dan transparan, termasuk memberikan kemudahan bagi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dalam proses pelayanan kepada peserta.
Kegiatan peluncuran tersebut juga dirangkaikan dengan edukasi dan kampanye safety riding sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan berkendara dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, mengingat kecelakaan di jalan raya masih menjadi salah satu risiko utama yang dihadapi pekerja Indonesia.
Menurut Awaluddin, upaya peningkatan keselamatan transportasi bagi pekerja tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, kepolisian, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Karena itu, selain memperkuat layanan pasca kecelakaan, Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan juga berkomitmen memperluas program edukasi keselamatan berkendara sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.
Ke depan, Jasa Raharja bersama BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi layanan, transformasi digital, dan koordinasi antar-lembaga guna menghadirkan aplikasi perlindungan yang semakin efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pekerja Indonesia.

Dukung Kegiatan Polantas Menyapa: Jasa Raharja Bekali Komunitas Ojol dengan Edukasi Keselamatan dan PPGD
25/05/2026
Pontianak – PT Jasa Raharja mendukung pelaksanaan kegiatan “Polantas Menyapa” yang diselenggarakan Korlantas Polri bersama komunitas ojek online (ojol) di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas, memperkuat kemitraan dengan komunitas ojol, serta mendorong budaya berkendara yang aman dan tertib di masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol. Prianto tersebut turut dihadiri Direktur Operasional PT Jasa Raharja Ariyandi yang didampingi Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto dan Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kalimantan Barat Putu Agus Erick Sastra Wirawan. Rangkaian kegiatan meliputi diskusi bersama komunitas ojol, pemeriksaan kesehatan, serta pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
Direktur Operasional PT Jasa Raharja Ariyandi mengatakan bahwa komunitas ojek online merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas menjadi langkah penting dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan.
"Jasa Raharja terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan responsif bagi masyarakat. Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, masyarakat dapat menghubungi Contact Center Jasa Raharja maupun kantor wilayah Jasa Raharja terdekat untuk memperoleh informasi dan penanganan lebih lanjut. Dengan dukungan integrasi layanan bersama Kepolisian dan rumah sakit, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan Jasa Raharja setelah kejadian kecelakaan dilaporkan dan korban mendapatkan penanganan medis, sehingga proses pelayanan dapat berlangsung secara cepat dan tepat," ujar Ariyandi.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara Jasa Raharja, Korlantas Polri, dan komunitas ojol menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. Menurutnya, komunitas pengemudi online memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pesan keselamatan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol. Prianto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program Polantas Menyapa yang dilaksanakan atas arahan Kakorlantas Polri sebagai bentuk penguatan kemitraan dengan komunitas ojek online di seluruh Indonesia.
"Kami datang ke sini dalam rangka Ojol Nusantara dan pelatihan PPGD bagi driver ojek online. Kami mendapat perintah langsung dari Bapak Kakorlantas untuk melaksanakan program Polantas Menyapa," ujar Brigjen Pol. Prianto.
Menurutnya, program Polantas Menyapa tidak hanya menjadi sarana silaturahmi antara Polri dan masyarakat, tetapi juga wadah edukasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Ia menegaskan bahwa komunitas ojol merupakan mitra strategis Polri yang turut berperan dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai BUMN yang mendapat amanah memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum, Jasa Raharja secara konsisten mendukung berbagai program peningkatan keselamatan jalan melalui edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi dengan ara pemangku kepentingan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, yang diwujudkan melalui pelayanan yang mudah diakses, cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan Polantas Menyapa di Pontianak, Jasa Raharja dan Korlantas Polri berharap komunitas ojek online dapat semakin berperan sebagai komunitas peduli keselamatan, sekaligus menjadi mitra strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas guna mewujudkan jalan yang lebih aman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025
25/05/2026
Jakarta, 22 Mei 2026 – PT Jasa Raharja menerima penghargaan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia atas partisipasi aktif dan dukungannya dalam keberhasilan penyelenggaraan Operasi Lilin Nataru 2025 dan Operasi Ketupat 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIKPTIK, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo kepada PT Jasa Raharja pada pembukaan Rakernis Fungsi Lalu Lintas Polri Tahun 2026. Apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi dan sinergi Jasa Raharja dalam mendukung keberhasilan pengamanan dan pelayanan masyarakat selama Operasi Lilin Nataru 2025 dan Operasi Ketupat 2026.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Jasa Raharja di seluruh Indonesia yang senantiasa hadir memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan pengakuan atas dedikasi seluruh insan Jasa Raharja yang bekerja tanpa mengenal waktu dalam mendukung keselamatan masyarakat. Kami menyampaikan penghormatan setinggitingginya kepada Korlantas Polri dan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis Jasa Raharja dalam menghadirkan perlindungan bagi masyarakat," ujar Muhammad Awaluddin.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tidak dapat dicapai oleh satu institusi semata, melainkan melalui sinergi lintas sektor yang kuat antara Polri, kementerian dan lembaga terkait, operator transportasi, rumah sakit, pemerintah daerah, serta Jasa Raharja.
Sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja berperan aktif melalui pemantauan bersama di posko terpadu, percepatan penjaminan korban kecelakaan lalu lintas, edukasi keselamatan berkendara, serta dukungan data dan layanan yang terintegrasi dengan para pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Korlantas Polri, Operasi Ketupat 2026 berhasil mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,31 persen atau berkurang 531 kasus dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia turun hingga 30,41 persen atau setara dengan 104 jiwa yang berhasil diselamatkan.
Hal senada disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Ia mengapresiasi peran aktif Jasa Raharja sebagai mitra strategis Polri yang selama ini konsisten mendukung berbagai operasi kemanusiaan dan program keselamatan berlalu lintas.
"Kolaborasi antara Korlantas Polri dan Jasa Raharja telah berjalan sangat baik, baik dalam aspek pencegahan kecelakaan, penanganan korban, maupun pelayanan kepada masyarakat. Dukungan yang diberikan Jasa Raharja selama Operasi Lilin Nataru 2025 dan Operasi Ketupat 2026 menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya. Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk mewujudkan keselamatan lalu lintas yang semakin baik di Indonesia," ujar Agus.
Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Jasa Raharja terus berkomitmen untuk selalu hadir cepat dan tepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Karena itu kami akan terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kecepatan layanan, dan menghadirkan perlindungan yang semakin mudah diakses masyarakat," tambahnya.
Ke depan, Jasa Raharja akan terus hadir dalam berbagai program keselamatan transportasi nasional melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kualitas pelayanan yang cepat, tepat, humanis, dan berorientasi pada keselamatan sesuai dengan semangat melayani sepenuh hati bagi masyarakat Indonesia.

Hadiri Rakernis Dokkes Polri 2026, Jasa Raharja Perkuat Sinergi Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
25/05/2026
JAKARTA – PT Jasa Raharja menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Dokkes Polri Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Forum tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi dengan kepolisian, rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya guna menekan fatalitas korban kecelakaan di Indonesia.
Rakernis Dokkes Polri 2026 membahas berbagai penguatan layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan. Termasuk implementasi pelayanan kesehatan kepolisian, penanganan korban bencana, hingga penguatan kapasitas rumah sakit Bhayangkara di berbagai wilayah.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemaparan mengenai Diagnosis Cedera, Formularium, dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR) 2025/2026, oleh Ketua Medical Advisory Board, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, Sp.FM.Subsp.E.M(K), S.H,.M.Si.
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan bahwa penanganan korban kecelakaan lalu lintas membutuhkan kecepatan respons dan koordinasi yang kuat antarinstansi, terutama pada masa golden period yang sangat menentukan keselamatan korban. “Penanganan korban kecelakaan lalu lintas membutuhkan kolaborasi yang kuat antara kepolisian, rumah sakit, dan Jasa Raharja agar korban memperoleh penanganan cepat sehingga risiko fatalitas dapat ditekan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan dan sistem penanganan korban menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keselamatan lalu lintas yang lebih baik. Karena itu, Jasa Raharja terus memperkuat transformasi digital pelayanan guna mendukung proses penjaminan dan perawatan korban secara lebih cepat dan terintegrasi.
Salah satu inovasi yang terus diperkuat adalah implementasi JR Care yang mendukung proses verifikasi perawatan korban kecelakaan di rumah sakit secara digital dan realtime. Sistem tersebut memungkinkan proses penjaminan dilakukan lebih cepat sehingga rumah sakit dapat segera memberikan tindakan medis tanpa terkendala proses administratif.
Selain penguatan sistem pelayanan, Jasa Raharja juga terus mendukung peningkatan kualitas tata laksana penanganan korban kecelakaan lalu lintas bersama rumah sakit mitra. Hal tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan Diagnosis Cedera, Formularium, dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR) 2025/2026 yang menjadi kerangka tata laksana kasus korban kecelakaan lalu lintas di rumah sakit mitra Jasa Raharja.
Dewi menyampaikan bahwa upaya menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui percepatan penanganan pascakecelakaan, tetapi juga melalui penguatan koordinasi, standar pelayanan medis, serta edukasi keselamatan kepada masyarakat. “Karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar pelayanan kepada korban semakin cepat, tepat, dan mampu memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Jasa Raharja Jadikan Harkitnas 2026 Momentum Penguatan Pelayanan yang Adaptif dan Responsif
21/05/2026
JAKARTA – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dimaknai PT Jasa Raharja sebagai penguatan semangat transformasi pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui pemanfaatan teknologi digital, perusahaan terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Harkitnas tahun ini menegaskan pentingnya menjaga kualitas generasi bangsa melalui pembangunan yang berorientasi pada keselamatan, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik yang responsif. Semangat tersebut selaras dengan komitmen Jasa Raharja dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi bagi masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa makna kebangkitan nasional saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga kemampuan bangsa dalam beradaptasi menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan gotong royong. “Di era transformasi digital saat ini, kecepatan, kemudahan akses layanan, dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan perlindungan yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan adaptif sebagai wujud kehadiran negara. Selain memperkuat integrasi layanan dengan berbagai pemangku kepentingan, Jasa Raharja terus engembangkan layanan digital melalui aplikasi JRku yang memudahkan masyarakat mengakses informasi, layanan, dan berbagai kebutuhan administrasi secara cepat, mudah, dan transparan. Di saat yang sama, Jasa Raharja juga berpartisipasi aktif dalam meningkatkan keselamatan transportasi melalui edukasi, kampanye keselamatan, serta kolaborasi dengan berbagai instansi dan komunitas terkait guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan budaya berkendara yang lebih aman. “Negara harus hadir melalui pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat,” kata Awaluddin.
Sebagai BUMN yang memiliki mandat memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat, Jasa Raharja juga terus memperkuat budaya keselamatan melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Menurut Awaluddin, keselamatan lalu lintas bukan sekadar isu transportasi, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
Dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem keselamatan yang lebih kuat di Indonesia.
