
Bersama BNN, Jasa Raharja Wujudkan Lingkungan Kerja Produktif dan Bebas Narkoba
23/06/2026

Jakarta – PT Jasa Raharja bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kesadaran pegawai terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus memperkuat budaya kerja yang sehat dan bebas narkoba.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Tim Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi DKI Jakarta, Reinhardt Manalu, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah terkait pencegahan dan pemberantasan narkoba yang menjadi bagian dari program prioritas nasional 2024–2029.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tren penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang masih menunjukkan peningkatan berdasarkan data prevalensi tahun 2025. Materi yang disampaikan juga mencakup pengenalan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif beserta dampaknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
Reinhardt juga mengingatkan peserta mengenai berbagai modus penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang, termasuk penyalahgunaan vape yang mengandung zat berbahaya serta munculnya narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). “Perkembangan modus tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri penyalahguna narkoba dari aspek fisik, psikis, maupun sosial sebagai bagian dari upaya deteksi dini. “BNN menekankan pentingnya penerapan program P4GN di lingkungan kerja melalui edukasi berkelanjutan, pelaksanaan tes urine secara berkala, serta pembentukan budaya organisasi yang sehat dan bebas narkoba,” tambah Reinhardt.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat berdampak luas terhadap individu, keluarga, organisasi, maupun bangsa. “Karena itu, seluruh insan Jasa Raharja memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.
Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak di lingkungan kerja. “Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh insan Jasa Raharja semakin memahami bahaya narkoba serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” katanya Awaluddin.
Awaluddin menambahkan bahwa edukasi dan deteksi dini menjadi langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, Jasa Raharja terus mendorong berbagai upaya preventif sebagai bagian dari pembangunan budaya perusahaan yang berintegritas dan berorientasi pada keselamatan.
Ia juga menegaskan komitmen Jasa Raharja untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). “Lingkungan kerja yang bebas narkoba merupakan fondasi penting bagi terciptanya organisasi yang profesional, produktif, dan berintegritas,” tambah Awaluddin.
Kegiatan sosialisasi P4GN ini merupakan bagian dari komitmen PT Jasa Raharja dalam mendukung kesehatan dan keselamatan pegawai sekaligus memperkuat budaya perusahaan yang berintegritas. Melalui kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta, diharapkan kesadaran pegawai terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan kerja yang produktif, profesional, dan bebas narkoba.

Saksikan Penandatanganan PKB Jasa Raharja dan Serikat Pekerja, Menaker Titip Tiga Agenda Strategis
25/06/2026
Jakarta – PT Jasa Raharja bersama Serikat Pekerja Jasa Raharja (SPJR) menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Tahun 2026 sebagai komitmen memperkuat hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan. Penandatanganan PKB tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, dan jajaran Direksi Jasa Raharja, serta pengurus serikat pekerja, di Jakarta, Rabu (24/06/2026).
Perjanjian kerja sama tersebut menjadi pedoman yang mengatur hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, inklusif, dan adaptif terhadap berbagai tantangan industri di masa depan.
Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi perjalanan panjang Jasa Raharja yang selama lebih dari enam dekade tetap mampu menjalankan mandat negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum.
Menurut Yassierli, hubungan industrial yang baik tidak cukup hanya berada pada tahap harmonis, tetapi harus berkembang menjadi hubungan yang transformatif, di mana manajemen dan pekerja mampu berkolaborasi untuk menghadapi tantangan perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“PKB bukan tujuan akhir. Hubungan industrial yang baik harus mampu mendorong kolaborasi antara manajemen dan pekerja untuk menghadapi tantangan perusahaan sekaligus memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan negara,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi kelompok disabilitas serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia agar mampu menghadapi berbagai perubahan di dunia kerja.
Peran Strategis
Selain menyoroti hubungan industrial, Yassierli setidaknya menitipkan tiga agenda strategis kepada Jasa Raharja. Pertama, menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan. Kedua, mempercepat transformasi digital guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan perusahaan. Ketiga, memperkuat peran preventif dan promotif dalam membangun budaya keselamatan transportasi nasional.
“Jasa Raharja memiliki peran yang sangat strategis. Saya berharap perusahaan terus memperkuat layanannya kepada masyarakat, mengawal transformasi digital dengan baik, dan mengambil peran yang lebih besar dalam membangun budaya keselamatan transportasi. Ketiga hal tersebut akan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat dan bangsa,” kata Yassierli.
Secara khusus, ia menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. “Di balik setiap angka kecelakaan terdapat keluarga yang kehilangan orang yang dicintai. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Jasa Raharja tidak hanya memiliki peran dalam memberikan santunan, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun budaya keselamatan transportasi di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa PKB Tahun 2026 merupakan hasil dialog yang dibangun atas dasar kemitraan yang konstruktif antara manajemen dan serikat pekerja. “PKB ini bukan sekadar dokumen administratif yang mengatur hak dan kewajiban para pihak. Lebih dari itu, PKB merupakan instrumen transformasi perusahaan yang dibangun melalui prinsip saling menghormati, saling menghargai, dan kesediaan untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan antara manajemen dan serikat pekerja selama ini menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. “Karena itu, kami terus mendorong transformasi perusahaan yang melibatkan seluruh insan Jasa Raharja agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Awaluddin.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital yang dijalankan perusahaan diarahkan untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan kualitas perlindungan kepada masyarakat. Di sisi lain, Jasa Raharja juga terus memperkuat berbagai program edukasi dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung terciptanya budaya keselamatan berlalu lintas.
“Perlindungan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kecepatan dan ketepatan penyerahan santunan, tetapi juga melalui berbagai upaya pencegahan kecelakaan. Karena itu, transformasi digital terus kami dorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan transportasi,” ujar Awaluddin.
Adapun Ketua Umum Serikat Pekerja Jasa Raharja (SPJR) Saleh Ibrahim menyatakan, bahwa SPJR sangat berkepentingan dengan kemajuan perusahaan. Untuk itu SPJR mendorong anggotanya memberikan kontribusi dan kinerja positif. Karena dengan adanya kemajuan Perusahaan, maka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota. Hal ini sejalan dengan motto SPJR Maju Perusahaannya, Sejahtera Anggotanya.
Melalui penandatanganan PKB Tahun 2026, Jasa Raharja dan SPJR menegaskan komitmen bersama untuk membangun hubungan industrial yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Kesepakatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara manajemen dan pekerja dalam mendukung transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kontribusi Jasa Raharja dalam membangun budaya keselamatan transportasi nasional.

Bersama BNN, Jasa Raharja Wujudkan Lingkungan Kerja Produktif dan Bebas Narkoba
24/06/2026
Jakarta – PT Jasa Raharja bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kesadaran pegawai terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus memperkuat budaya kerja yang sehat dan bebas narkoba.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Tim Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi DKI Jakarta, Reinhardt Manalu, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah terkait pencegahan dan pemberantasan narkoba yang menjadi bagian dari program prioritas nasional 2024–2029.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tren penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang masih menunjukkan peningkatan berdasarkan data prevalensi tahun 2025. Materi yang disampaikan juga mencakup pengenalan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif beserta dampaknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
Reinhardt juga mengingatkan peserta mengenai berbagai modus penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang, termasuk penyalahgunaan vape yang mengandung zat berbahaya serta munculnya narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). “Perkembangan modus tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri penyalahguna narkoba dari aspek fisik, psikis, maupun sosial sebagai bagian dari upaya deteksi dini. “BNN menekankan pentingnya penerapan program P4GN di lingkungan kerja melalui edukasi berkelanjutan, pelaksanaan tes urine secara berkala, serta pembentukan budaya organisasi yang sehat dan bebas narkoba,” tambah Reinhardt.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang dapat berdampak luas terhadap individu, keluarga, organisasi, maupun bangsa. “Karena itu, seluruh insan Jasa Raharja memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.
Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak di lingkungan kerja. “Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh insan Jasa Raharja semakin memahami bahaya narkoba serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” katanya Awaluddin.
Awaluddin menambahkan bahwa edukasi dan deteksi dini menjadi langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, Jasa Raharja terus mendorong berbagai upaya preventif sebagai bagian dari pembangunan budaya perusahaan yang berintegritas dan berorientasi pada keselamatan.
Ia juga menegaskan komitmen Jasa Raharja untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). “Lingkungan kerja yang bebas narkoba merupakan fondasi penting bagi terciptanya organisasi yang profesional, produktif, dan berintegritas,” tambah Awaluddin.
Kegiatan sosialisasi P4GN ini merupakan bagian dari komitmen PT Jasa Raharja dalam mendukung kesehatan dan keselamatan pegawai sekaligus memperkuat budaya perusahaan yang berintegritas. Melalui kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta, diharapkan kesadaran pegawai terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan kerja yang produktif, profesional, dan bebas narkoba.

Jasa Raharja Gelar Donor Darah untuk Memperingati HUT Jakarta ke-499, Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
18/06/2026
Jakarta, 17 Juni 2026 – Jasa Raharja menyelenggarakan kegiatan donor darah di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-499. Mengusung tema ‘Bergerak Menuju Era Baru Jakarta’, kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan PMI Wilayah DKI Jakarta dan diikuti oleh insan Jasa Raharja dari Kantor Pusat maupun Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Sebagai BUMN yang menjadi bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan senantiasa berorientasi pada kemanfaatan publik, kegiatan donor darah ini menjadi wujud nyata komitmen Jasa Raharja untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui tugas utamanya dalam memberikan perlindungan dasar bagi kecelakaan lalu lintas, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk negara hadir dalam menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan ketersediaan darah yang hingga saat ini masih menjadi tantangan di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Melalui kolaborasi dengan PMI Wilayah DKI Jakarta, setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan, sehingga masyarakat yang membutuhkan transfusi darah dapat memperoleh penanganan yang cepat dan tepat.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa donor darah merupakan bentuk kontribusi kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan dalam melayani masyarakat.
“Memperingati HUT DKI Jakarta ke-499, kami ingin menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Donor darah menjadi pilihan karena setiap kantong darah yang terkumpul dapat membantu menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan. Bagi kami, inilah makna kepedulian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Awaluddin menambahkan bahwa semangat berbagi dan gotong royong merupakan bagian penting dari budaya kerja yang terus ditanamkan di lingkungan Jasa Raharja. “Sebagai perusahaan yang setiap hari hadir memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat, kami percaya bahwa nilai kemanusiaan perlu diwujudkan tidak hanya melalui tugas dan tanggung jawab perusahaan, tetapi juga melalui aksi nyata. Karena itu, kami sangat mengapresiasi partisipasi seluruh insan Jasa Raharja yang telah ikut mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” lanjutnya.
Menurutnya, semangat berbagi yang ditunjukkan insan Jasa Raharja dalam kegiatan donor darah merupakan wujud nyata nilai Melayani Sepenuh Hati yang terus ditanamkan di lingkungan perusahaan. Bagi Jasa Raharja, pelayanan publik tidak hanya hadir melalui tugas perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, tetapi juga melalui berbagai inisiatif sosial yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan prima yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat. Sejalan dengan tugasnya dalam memberikan perlindungan dasar bagi kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja akan terus mendorong berbagai inisiatif sosial yang memperkuat nilai kemanusiaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi Jasa Raharja-Kemenaker Dorong Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas
18/06/2026
Jakarta – Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Ariyandi, menggelar audiensi bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (16/6/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi dalam meningkatkan kepatuhan dan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya perlindungan pekerja.
Agenda tersebut turut dihadiri Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Dodi Apriansyah, Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto, dan Kepala Divisi Asuransi Jasa Raharja Jahja Joel Lami. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pentingnya membangun budaya keselamatan yang tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga dalam aktivitas perjalanan para pekerja. “Tingginya mobilitas pekerja perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran terhadap keselamatan dan kepatuhan berlalu lintas guna menekan risiko kecelakaan di jalan raya,” ujar Ariyandi.
Ia mengatakan, keselamatan perjalanan pekerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perlindungan tenaga kerja secara menyeluruh. Terlebih pekerja merupakan kelompok masyarakat dengan mobilitas yang tinggi. “Karena itu, keselamatan dalam perjalanan menuju dan dari tempat kerja perlu menjadi perhatian bersama. Kami melihat adanya peluang kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat edukasi dan kampanye keselamatan berlalu lintas di kalangan pekerja,” tambah Ariyandi.
Sementara itu, Afriansyah Noor menyambut baik inisiatif Jasa Raharja dalam mendorong penguatan aspek keselamatan pekerja melalui pendekatan keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, perlindungan pekerja perlu dilihat secara komprehensif, termasuk dalam aktivitas perjalanan yang dilakukan setiap hari. “Keselamatan pekerja tidak hanya berbicara tentang kondisi di tempat kerja, tetapi juga selama perjalanan. Karena itu, upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas menjadi bagian penting dalam perlindungan pekerja,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Jasa Raharja dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan program edukasi serta sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang menyasar pekerja di berbagai sektor. Melalui sinergi tersebut, kedua pihak berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja dan mobilitas pekerja yang lebih aman, sekaligus mendukung upaya nasional dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Pendapatan, Direktur Operasional Jasa Raharja Berikan Pembinaan di Lampung dan Tinjau Samsat Rajabasa
13/06/2026
Bandar Lampung – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan Samsat dan memperkuat sinergi antarinstansi terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kunjungan Direktur Operasional PT Jasa Raharja Ariyandi bersama Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni ke Kantor Bersama Samsat Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung proses pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kolaborasi antaranggota Tim Pembina Samsat berjalan optimal. Dalam kesempatan itu, rombongan melihat berbagai layanan yang tersedia, mulai dari administrasi kendaraan bermotor hingga layanan yang melibatkan unsur Kepolisian, Badan Pendapatan Daerah, dan Jasa Raharja.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan berlangsung sesuai standar yang telah ditetapkan serta mengidentifikasi peluang pengembangan layanan yang dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ariyandi dan Agus Fatoni juga memberikan arahan kepada Tim Pembina Samsat Provinsi Lampung. Keduanya menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan koordinasi antarlembaga guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta optimalisasi tata kelola penyelenggaraan Samsat.
Penguatan kolaborasi Tim Pembina Samsat dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban kendaraan bermotor, termasuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Dengan pelayanan yang semakin terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan yang lebih mudah dan efisien, sekaligus mendukung peningkatan penerimaan daerah dan perlindungan dasar bagi pengguna jalan.
Selain agenda di Samsat Rajabasa, Ariyandi juga melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Lampung. Dalam pertemuan bersama jajaran kantor wilayah, ia memberikan pembinaan terkait peningkatan kualitas pelayanan, penguatan profesionalisme petugas, serta optimalisasi kinerja operasional perusahaan.
Dalam arahannya, Ariyandi menegaskan pentingnya transformasi pelayanan yang berkelanjutan agar Jasa Raharja mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Jasa Raharja sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Sekretaris Perusahaan Jasa Raharja Dodi Apriansyah dan Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja Hervanka Tri Dianto. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan publik melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sekaligus meningkatkan kapasitas internal guna memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
