/masking-variant-2

80% Pegawai Milenial, Jasa Raharja Gandeng BRI Gelar Literasi Keuangan: Frugal Living untuk Hidup Sehat, Berdaya, dan Berintegritas

22/05/2025

80% Pegawai Milenial, Jasa Raharja Gandeng BRI Gelar Literasi Keuangan: Frugal Living untuk Hidup Sehat, Berdaya, dan Berintegritas

Jakarta, 22 Mei 2025 — Dalam rangka memperkuat budaya finansial yang sehat dan berkelanjutan, PT Jasa Raharja bekerja sama dengan Bank BRI menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk SMART MONEY MOVES: “Frugal Living in the Age of Consumerism”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dari Ballroom Kantor Pusat Jasa Raharja dibuka oleh Harwan Muldidarmawan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja serta Nancy Adistyasari Direktur Consumer Banking – BRI dan diikuti oleh insan Jasa Raharja di seluruh Indonesia. Lebih dari 80% pegawai Jasa Raharja berasal dari generasi Milenial, kelompok usia produktif yang sangat rentan terhadap pengaruh budaya konsumerisme dan godaan keuangan instan seperti pinjaman online (pinjol), judi online (judol), hingga tren gaya hidup mewah yang marak di media sosial.

Frugal Living: Pilihan Cerdas untuk Hidup Seimbang

Dalam sambutanya Harwan Muldidarmawan menegaskan bahwa bijak dalam pengelolaan keuangan bukan sekadar gaya hidup hemat, tetapi strategi sadar untuk mencapai stabilitas finansial dan integritas pribadi. "Tujuan hidup dan kestabilan finansial adalah satu kesatuan. Pegawai yang sehat secara keuangan akan lebih fokus, jujur, dan memiliki keseimbangan hidup yang baik—baik sebagai pribadi, sebagai bagian dari keluarga, maupun sebagai profesional yang melayani masyarakat," ujar Harwan. Ia juga menyoroti bahwa kemudahan dalam fasilitas keuangan digital bukan berarti bebas risiko. “Pinjol dan judol bukan solusi cepat, tapi jebakan panjang. Disiplin dan perencanaan adalah tameng kita terhadap tekanan gaya hidup yang palsu, yang jika tidak dikendalikan, dapat berdampak pada integritas,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi sarana preventif penting di tengah maraknya kasus pelanggaran integritas di berbagai lembaga yang bermula dari krisis keuangan pribadi. Edukasi finansial tidak hanya mencegah kesulitan ekonomi, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang bersih dan bertanggung jawab—sejalan dengan nilai-nilai AKHLAK di lingkungan BUMN. Dalam sesi talkshow, empat narasumber dari BRI Group berbagi pengetahuan:

  • Ferdi Armand Hanafi (Head of Retail Sales and Distribution Division - BRI Danareksa Sekuritas),
  • Cipto Haryabri (Department Head Mortgage RO JKT I BRI),
  • Hindarsih Widyastuti (AVP Investment Service Division),
  • Yuniati Aida (Bancassurance Area Manager (Jakarta 2) - BRI Life

membahas investasi cerdas, pembiayaan rumah, hingga perlindungan asuransi. Sebagai penutup, Adrian Maulana, praktisi keuangan yang juga dikenal sebagai figur publik, menginspirasi peserta untuk hidup minimalis tanpa kehilangan tujuan dan makna hidup, serta membentuk pondasi keuangan yang kuat sejak dini. Kegiatan ini semakin meriah dengan berbagai games edukatif dan pembagian doorprize berupa produk investasi seperti DPLK, tabungan emas, reksadana, dan saham.

olaborasi Jasa Raharja–DPP Organda: Tiga Inisiatif Utama untuk Transformasi Transportasi Publik

olaborasi Jasa Raharja–DPP Organda: Tiga Inisiatif Utama untuk Transformasi Transportasi Publik

27/04/2026

Jakarta, 24 April 2026 – Upaya memperkuat keselamatan transportasi nasional terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Untuk itu, Jasa Raharja hari ini (24/4) menggelar pertemuan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, dihadiri oleh Direktur Utama Muhammad Awaluddin beserta jajaran, serta Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetomo dan Sekretaris Jenderal Kurnia Lesani Adnan. Pertemuan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan keselamatan serta kualitas pelayanan publik di sektor transportasi.

Sebagai BUMN yang menjadi bagian dari Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus mendorong kolaborasi dengan stakeholder keselamatan transportasi untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan langkah bersama antara Jasa Raharja dan DPP Organda melalui penguatan integrasi data transportasi, peningkatan program keselamatan, serta pembentukan forum kolaboratif yang dapat direplikasi hingga ke daerah.

Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan luas.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa kolaborasi ini difokuskan pada tiga program utama yang akan menjadi prioritas bersama.

“Kami melihat ada tiga program utama yang bisa kita dorong bersama dengan DPP Organda. Pertama, integrasi data transportasi publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sehingga kebutuhan masyarakat dan kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan secara signifikan. Kedua, penguatan program keselamatan transportasi melalui kolaborasi nyata di lapangan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menurunkan tingkat fatalitas. Ketiga, pembentukan forum kolaborasi yang tidak hanya berjalan di tingkat nasional, tetapi juga dapat direplikasi di daerah bersama jaringan DPP Organda dan kantor wilayah Jasa Raharja di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan peran Jasa Raharja berjalan optimal dalam menghadirkan pelayanan prima dan memastikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Perusahaan juga terus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data, sekaligus mengedepankan prinsip melayani sepenuh hati dalam setiap proses pelayanan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Organda Adrianto Djokosoetomo menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Jasa Raharja. “Kami mengapresiasi diskusi yang terbuka dan terarah ini. Fokus kami bersama ada pada tiga hal utama, yaitu kolaborasi, keselamatan, dan pendataan. Melalui kerja sama ini, kami berharap pembinaan dan edukasi keselamatan bagi anggota Organda serta masyarakat dapat ditingkatkan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kolaborasi antara Jasa Raharja dan DPP Organda juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem transportasi nasional yang lebih terintegrasi. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk operator transportasi dan instansi terkait, program-program yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada peningkatan keselamatan, tetapi juga pada efisiensi dan kualitas layanan transportasi secara keseluruhan.

Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. Upaya ini tidak hanya mempertegas peran perusahaan dalam menghadirkan perlindungan bagi masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memberikan kontribusi terhadap keselamatan dan kesejahteraan publik.

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026

24/04/2026

Semarang, 23 April 2026 — Jasa Raharja turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/4). Kehadiran Jasa Raharja dalam rakor ini menegaskan komitmen perusahaan sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk terus memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam perlindungan terhadap masyarakat pengguna transportasi umum selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 sekaligus merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran Operasi Ketupat dan Angkutan Lebaran ke depan. Kehadiran Jasa Raharja menjadi wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat.

Rakor dibuka oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. dan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, serta Direktur Pelindo Achmad Muchtasyar. Kehadiran seluruh stakeholder keselamatan transportasi ini merupakan wujud nyata negara hadir dalam memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat selama periode mobilitas Idulfitri 2026.

Dalam sambutan pembukaannya, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga dari tingkat keselamatan pengguna jalan. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas lalu lintas selama periode arus mudik dan balik, termasuk optimalisasi rekayasa lalu lintas, kesiapsiagaan personel, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa evaluasi ini merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran.

“Kementerian Perhubungan bersama seluruh stakeholder telah menyampaikan berbagai analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat dan Angkutan Lebaran tahun ini. Harapannya, ke depan penyelenggaraan transportasi Lebaran dapat semakin baik, karena ekspektasi masyarakat terhadap negara terus meningkat. Inovasi harus terus dihadirkan agar masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujarnya.

Dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat melalui berbagai langkah strategis. Mulai dari koordinasi intensif dengan kepolisian dan instansi terkait, hingga kesiapsiagaan petugas di lapangan dalam memastikan proses penanganan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat sebagai bagian dari komitmen hadir melayani sepenuh hati.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa Rakor Anev ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Evaluasi ini memberikan gambaran menyeluruh atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Jasa Raharja berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam percepatan penyerahan santunan dan optimalisasi koordinasi di lapangan, sehingga kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem transportasi yang berkeselamatan. Melalui dukungan teknologi, penguatan data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Jasa Raharja terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan adaptif terhadap dinamika di lapangan.

Keikutsertaan dalam Rakor Anev Operasi Ketupat 2026 memperkuat peran Jasa Raharja dalam mendukung sistem transportasi nasional yang aman dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Ke depan, Jasa Raharja akan terus memperkuat perannya sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan Jasa Raharja yang andal sekaligus salah satu stakeholder dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. 

Libatkan Komunitas Ojol, Korlantas Polri dan Jasa Raharja Dorong Peran Aktif Pengemudi dalam Menekan Risiko Kecelakaan

Libatkan Komunitas Ojol, Korlantas Polri dan Jasa Raharja Dorong Peran Aktif Pengemudi dalam Menekan Risiko Kecelakaan

23/04/2026

Semarang, 22 April 2026 — Jasa Raharja terus melayani dengan sepenuh hati dengan memastikan perlindungan optimal bagi masyarakat pengguna transportasi umum, termasuk melalui penguatan kolaborasi dengan komunitas ojek online (ojol) di berbagai daerah. Komitmen ini ditunjukkan melalui kehadiran Jasa Raharja dalam forum silaturahmi yang melibatkan perwakilan pengemudi ojol dari 12 Polda, yang berlangsung di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Pembina Samsat Tahun Anggaran 2026 di Semarang pada hari ini (22/4).

Pada forum silaturahmi yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum ini, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin turut hadir bersama Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol. Prianto, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, serta Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin.

Sebagai BUMN yang menjadi bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus menghadirkan pelayanan prima melalui berbagai upaya kolaboratif, termasuk dalam membangun budaya tertib berlalu lintas masyarakat. Melalui forum ini, Jasa Raharja mendorong peran aktif seluruh stakeholder, termasuk komunitas ojol sebagai mitra dalam menciptakan sistem keselamatan transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya pembentukan wadah kolaboratif bagi para pengemudi ojol di seluruh Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kehadiran asosiasi ojol berskala nasional diharapkan dapat menjadi mitra dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan keselamatan di jalan.

“Kami mendorong terbentuknya asosiasi ojol nusantara sebagai wadah komunikasi, edukasi, dan kolaborasi dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai sejalan dengan berbagai kolaborasi yang telah dijalankan di sejumlah wilayah. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi keselamatan transportasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

“Jasa Raharja mengapresiasi inisiatif ini karena seperti gayung bersambut dengan kolaborasi yang sebelumnya telah terbangun di beberapa Polda. Forum ini memperkuat bahwa sinergi keselamatan transportasi bukan hanya konsep di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kolaborasi nyata di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Awaluddin menjelaskan bahwa Jasa Raharja telah menyiapkan sejumlah program yang akan disinergikan bersama Korlantas Polri, salah satunya terkait penanggulangan gawat darurat pada peristiwa kecelakaan lalu lintas. Program ini bertujuan untuk menekan tingkat fatalitas korban melalui respons cepat pada fase krusial pascakecelakaan. Kolaborasi ini juga difasilitasi dengan sistem digital, yaitu platform digital JRku yang dapat diunduh dan diinstal oleh para pengemudi ojol.

“Melalui platform JRku, para pengemudi ojol dapat menjadi bagian dari ekosistem keselamatan dengan melaporkan kejadian kecelakaan secara cepat. Hal ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan dalam golden period dan menurunkan tingkat fatalitas korban,” tambah Awaluddin.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, Jasa Raharja terus memperkuat pelayanan publik melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama komunitas pengemudi ojol, dalam mendukung percepatan penanganan kecelakaan serta optimalisasi manfaat asuransi kecelakaan Jasa Raharja. Upaya ini menjadi wujud pelayanan prima sekaligus menegaskan bahwa negara hadir dalam membangun ekosistem keselamatan transportasi yang lebih responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Jasa Raharja Perkuat Transformasi Digital dalam Rakor Pembina Samsat 2026 di Semarang

Jasa Raharja Perkuat Transformasi Digital dalam Rakor Pembina Samsat 2026 di Semarang

23/04/2026

Semarang, 22 April 2026 – Upaya mempercepat transformasi digital layanan Samsat kian diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pembina Samsat Tahun Anggaran 2026 di Semarang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada hari ini (22/4). Dalam forum nasional ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi dengan semangat melayani sepenuh hati, sekaligus menjawab tuntutan masyarakat akan layanan yang semakin modern dan responsif.

Rakor ini mengusung tema Penguatan Sinergi Pembina Samsat Melalui Transformasi Digital Guna Meningkatkan Kualitas Layanan Publik dan dihadiri oleh perwakilan dari tiga pilar Samsat, yaitu Polri, Kementerian Dalam Negeri dan Jasa Raharja, dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., serta dihadiri oleh Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. Rakor juga diikuti oleh seluruh Tim Pembina Samsat (TPS) Provinsi yang terdiri dari Dirlantas Polda, Kepala Bapenda, serta Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja di seluruh Indonesia.

Saat membuka acara, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menekankan pentingnya menjaga sinergi tiga pilar Samsat serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Ia menyampaikan, “Transformasi pelayanan publik harus terus didorong. Jangan sampai masyarakat yang mau bayar pajak mengalami kesulitan. Sinergi tiga pilar harus dijaga agar tidak terjadi konflik.”

Agus juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendorong kesiapan sumber daya manusia yang mampu mendukung implementasi teknologi di lingkungan Samsat.

Sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus mendorong inovasi layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa transformasi digital merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas layanan ke depan. Untuk itu, Jasa Raharja menginisiasi tiga poin penting, yaitu integrasi data, perubahan pola layanan menjadi proaktif, serta menghadirkan layanan yang tanpa hambatan bagi masyarakat.

“Bagaimana menyatukan data dan mengintegrasikan data sehingga menjadi satu kesatuan, menjadi integrasi aksi. Kemudian, bagaimana pola-pola yang sebelumnya masih bersifat reaktif dan juga pasif, berubah menjadi proaktif. Serta layanan-layanan yang memang seamless, mudah, presisi, cepat, dan juga murah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Awaluddin menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan Samsat secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni dalam sambutannya turut menekankan pentingnya inovasi layanan yang murah, mudah, dan cepat untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Berbagai terobosan seperti Samsat keliling, Samsat malam, hingga layanan jemput bola dinilai menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Selanjutnya di acara tersebut, dilakukan penandatanganan Komitmen dan Program Kerja Pembina Samsat Tahun 2026. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat integrasi data serta menghadirkan layanan yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat.

Transformasi ini menjadi bukti bahwa negara hadir dalam memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat dalam melakukan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak, sekaligus memastikan perlindungan sosial yang optimal. Sebagai salah satu dari tiga pilar Samsat, Jasa Raharja akan terus menghadirkan pelayanan prima yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya

Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya

23/04/2026

Setiap April, nama R.A. Kartini kembali mengingatkan kita bahwa perjuangan perempuan tidak pernah berhenti. Ia tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian untuk mandiri, mengambil keputusan, dan membawa perubahan bagi kehidupan yang lebih baik. Semangat itu kini hadir dalam berbagai wajah perempuan Indonesia, termasuk mereka yang bangkit di tengah ujian hidup.

Di sinilah Jasa Raharja mengambil peran. Tidak hanya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong pemberdayaan perempuan. Kecelakaan tidak hanya berdampaknya pada korban. Banyak perempuan harus menjadi tulang punggung keluarga setelah kehilangan suami.

Data menunjukkan, korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh laki-laki usia produktif. Kondisi ini membuat perubahan drastis dalam struktur ekonomi keluarga. Perempuan sebagai pengelola rumah tangga, tiba-tiba harus berdiri sendiri, mengambil alih peran sebagai pencari nafkah. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui perlindungan dan pendampingan menjadi sangat penting.

Melalui layanan santunan yang cepat, transparan, dan terintegrasi, Jasa Raharja memastikan hak ahli waris terpenuhi. Namun, langkah tersebut tidak berhenti di sana. Perusahaan juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan untuk mendorong kemandirian ekonomi, khususnya bagi para perempuan yang menjadi ahli waris korban kecelakaan.

Salah satu upaya nyata dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pemberdayaan Ekonomi untuk Keluarga Ahli Waris Berdaya dan Terampil (JR Pelita), serta dukungan terhadap UMKM, yang mendorong perempuan untuk mengembangkan usaha mandiri. Program ini tidak hanya memberikan dukungan modal, tetapi juga pembinaan, pelatihan, hingga pendampingan agar para perempuan mampu bangkit dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Lebih dari itu, perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan sejak dari rumah. Edukasi tentang tertib berlalu lintas sejatinya berawal dari keluarga, di mana ibu menjadi sosok pertama yang menanamkan nilai disiplin, kehati-hatian, dan kepedulian terhadap keselamatan.  

Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan bahwa semangat Kartini masih sangat relevan dalam konteks perempuan masa kini. “Menjadi wanita masa kini adalah tentang memiliki keberanian untuk berdiri tegak menentukan pilihan dan menjadi mandiri atas setiap jalan hidup yang kita pilih.

Kemandirian bukan hanya soal pembuktian diri, tapi tentang percaya bahwa kita memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Semangat inilah yang dahulu diperjuangkan oleh Ibu Kartini,” ujarnya.

Menurutnya, semangat tersebut kini hidup dalam keseharian perempuan Indonesia dan telah menjelma menjadi energi luar biasa di tangan perempuan-perempuan hebat Indonesia. “Kartini masa kini ada pada mereka yang melangkah tangguh, mandiri, dan mereka yang menggerakkan roda ekonomi, hingga mereka yang dengan penuh kasih merawat cinta dan harapan dari dalam rumah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Dewi.

Melalui berbagai inisiatif perlindungan dan pemberdayaan, Jasa Raharja berupaya memastikan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkembang. Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi tentang keberanian untuk terus melangkah dengan perlindungan, dukungan, dan harapan yang nyata